Advertisement

Rabu, 30 November 2011

Catatan Kecil Adik untuk Seorang Kakak Lelakinya

Kak, aku mengenalmu jauh sebelum engkau mengenalnya
Kak, aku menyayangmu jauh sebelum ia menyangimu
Kak, hari ini aku bersedih
Sedihku bukan karena bahagiamu
Aku bersedih karena kini kau bukan lagi milikku
Tetapi karena kau telah menjadi suami dari seorang wanita yang telah kau pilih sebagai istri
Kak, aku takut kelak kau tak bahagia.
Bukan karena dirimu tak bahagia
Tapi karena pasanganmu tak bisa bahagiakanmu
Kak, hari ini kulepas kau bersamanya
Hari ini kakak resmi menikah
Dan teruntuk kau yang kini menjadi istri dari kakakku
Tolong perlakukan dia sebagaimana seorang wanita memperlakukan suaminya
Kini suamimu adalah imammu pemimpin dalam kehidupanmu
Kini kuserahkan seorang kakak lelakiku padamu.
Sayangi dia dalam suka dan dukanya
Aku percaya kau bisa lebih memahaminya
Aku yakin kau akan mampu menjadi makmumnya
Duhai kakak wanitaku
Jadilah contoh yang baik untuk adikmu ini
Karena kelak aku pun akan menikah
Percayalah kau dan aku dapat menjadi istri solehah karena kita sama-sama wanita

Kamis, 29 September 2011

Karena Aku Seorang Gadis

Sayang aku bukan langit yang mampu menopang tanpa tiang
Sayang aku tak setegar karang yang tetap tahan diterjang gelombang
Sayang aku tak sehebat mentari yang cahayanya terus menyinari bumi
Sayang aku hanya seorang gadis
Ya aku hanya seorang gadis
Gadis yang tak selamanya manis
Sayang mungkin kasih sayangku sederhana
Kasih sayang yang tak seberapa yang akan aku berikan padamu
Kasih sayang itu sisa setelah aku belajar untuk lebih menyayangiNya
Sayang kau harus benar-benar tahu
Aku gadis yang belum punya apa-apa
Aku gadis sederhana yang kadang terlena oleh kenikmatan dunia
Sayang aku gadis yang masih terus belajar
Sayang dulu kata-katamu sederhana
"Mbaknya cantik juga, tapi kok agak-agak idealis gtu ya?
Kalo boleh kasih saran, coba mbak belajar untuk lebih bersyukur"
Setidaknya inti kata-katamu seperti itu
Sayang, aku memang seorang gadis yang biasa, bahkan sangat biasa
Sayang, aku minta maaf jika aku masih bahkan sering melakukan kesalahan
Sayang percaya padaku, dari sebuah kesalahan aku akan dapatkan sebuah kebenaran
Jangan takut untuk belajar, karena dari salah kita tahu benar
Sayang, yakinlah kelak kita akan sangat bersyukur dengan keadaan ini.

^_^

BZ*KA

Jumat, 16 September 2011

My Angel


Ketika aku merasa terhimpit,
Ketika bernafas saja rasanya sulit bahkan nyaris tercekik
Setidaknya kau datang membawa tabung yang berisi oksigen padaku
Walau masih terasa sesak, tapi kau buatku bertahan
Setidaknya nafasku menjadi sedikit lebih lama
Saat semua menghujat
Kau datang seperti malaikat
Saat aku nyaris tumbang
Kau datang menguatkan akar, bukan batang
Biar aku tak rubuh oleh topan.
Oh dunia, ingin sekali kubuat dia bahagia.

Tak Menjadi Sepertiku


Atas nama saudara kau mengaku saudaraku?
Tidak saudaraku, saudaraku adalah mereka yang ada saatku menangis tersedu.
Kau bukan saudaraku, kau sebenarnya lihat aku atau keluargaku?
Mereka keluargaku, tapi mereka pula orang asing bagiku.
Keluargaku hanya ayahku, ibuku dan adik kecilku.
Bukan kalian, bukan kalian yang rela melepas saudara kalian pergi karena harta yang kalian punya.
Dan kau yang mengaku saudaraku?
Penahkah kau mengetahui lukaku?
Doaku semoga kalian tak menjadi sepertiku.
Berbahagialah kalian, biar aku yang berjalan dan bergeser perlahan.
Dan satu yang harus kalian tahu, bahwa tetes air mataku kelak adalah kebahagiaan untukku.
Terima kasih saudaraku telah mengerti aku.
Dan untuk kalian, tolong lihat aku, bukan siapa yang ada dibelakangku.
Mengertilah aku tak sama, walau aku adalah bagian dari mereka.

*U*

Kau kekasih hatiku yang bilang teman hatiku
Kini menjadi serpihan kisah masa laluku
Kiniku tak lagi sendu
Mengadu sambil menangis dan menggugu
Ini akhir kisahku
Dimana bintang dan malaikat itu tak bisa bersatu
Ini ceritaku
Tentang masa di mana aku dan dia berseteru
Ya tentu aku masih menunggu
Menunggu kamu menjadi sepasang penantin baru
Doaku hanya satu
Semoga kamu bahagia bersama belahan jiwamu
Ini jalanmu dan ini pula jalanku
Ini pilihanmu yang buat kita tak jadi bersatu
Tapi aku yakin pula ini jalanNya karena sesungguhNya Dia Maha Tahu.

Di Antara Selipan Duka


Aku kadang lelah tengadah
Merajut wajahnya dalam angan
Tuhan, aku merindukannya
Aku ingin kembali pada masa di kala aku sendiri
Ingin meniti menggali mimpi
Kadang lelah menghampiri
Kadang sedih meraja di antara bara bahagia yang terasa begitu nyata
Tuhan, sungguh aku ingin bahagia di antara selipan duka yang menganga.

Cinta

Cinta...
Satu kata berjuta makna dan rasa yang terasa
Cinta...
Benih yang ditanam
Harus diberi pupuk dan harus disiram
Cinta...
Ia akan tumbuh perlahan
Meninggi, beranting, berbuah...
Cinta...
Seperti pohon, semakin meninggi semakin banyak godaan yang datang
Jadi, harus lebih belajar mengelola cinta agar tetap pada porsi yang pas.

Bintang di Tempatmu

Pagi mulai menyisir malam
Terlihat rona bintang berkacak pinggang
Ah malam...
Mengapa kau selalu membawa pekat?
Menepi manatap awan berarak
Di tengah megah aku tengadah
Dalam dinding malu, aku menatap ragu ke arah bintang
Tak berani aku menatapnya terang-terangan
Bintang pagi ini kau kembali hangatkan aku
Tapi sungguh aku tak bisa langsung menatapmu
Setiap hari kau ada, tapi aku tak tahu kau dimana?
Hanya satu yang aku tahu tentangmu bintang
Kau selalu ada di sana...
Di tempatmu...

Rumahku

Rumahku, istanaku
Rumahku, surgaku
Rumahku, hancurkan aku
Rumahku, nerakaku
Rumahku, belengguku
Rumahku, masukkan malaikatku
Rumahku, masukkan nabi ke rumahku
Rumahku, jangan jadikan rumahku neraka bagiku
Rumahku, jangan biarkan iblis itu merasuk kedalam relung hati keluargaku

Catatan si Non

Nyuru itu gampang banget!
Kamu nyuru aku buat ngelupain semua tentang kamu,
Semakin kamu nyuru, justru semakin aku inget sama kamu.
Kamu nyuru aku buat ngehapus semua nomor hp kamu,
Tapi kamu nggak akan pernah bisa ngehapusnya dari ingatan aku.
Kamu nyuru aku buat ngehapus semua foto-foto kamu,
Tapi kamu nggak akan pernah bisa ngehapus foto kamu dalam album hati aku.

Kamis, 15 September 2011

A*Bi

Kau tahu aku sangat menyanyangimu, mencintaimu dan mengasihimu.
Tapi aku tahu, Allah lebih menyayangiku, mencintaiku dan mengasihiku.
Tak boleh aku berburuk sangka tentang keadaan ini.
Aku tahu, di sana kau terluka, melukai hati yang telah kau sakiti.
Abi, jika ini jalan yang harus kau lalui, bersabarlah, karena aku tau kau bisa melaluinya.
Tolong, jangan lukai perasaanmu sendiri.
Aku akan merasakan sakit yang teramat dalam bila melihat kau terluka.
Aku tahu, ini tak mudah, tapi bukankah Allah telah mengatur ini semua?
Rencana Allah itu indah abi, yakinlah.
Kalau kita punya rencana yang tak terlaksana, maka rencana Allah yang akan terlaksana.
Abi, aku tahu kau di sana terluka.
Tolong berhentilah menyiksa dirimu sendiri.

Rabu, 14 September 2011

Karena Aku Masih Belajar IV


Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat pagi saudaraku
doa apa yang kau panjatkan padaNya tadi pagi?
tak perlu dijawab, semoga doamu dikabulkan olehNya.
Aamiin.

Jatuh cinta, berjuta rasanya
bener nggak?
kalo iya rasanya apa ja?
sekali lagi nggak usah dijawab.
hehehehe

pernah jatuh cinta?
yang ini pasti jawabannya "Iya"
benerkan?
jatuh cinta di sini, jatuh cinta pada lawan jenis maksudnya.

aku jg pernah jatuh cinta,
beuh... rasanya ajaib bgt...
nggak percaya? cobain ja jatuh cinta...
eits....
tapi udah tahu belum resiko orang jatuh cinta?

ah... males ngomongin resiko...
ok kita kesampingkan dulu tentang resiko orang jatuh cinta
jatuh cinta sama lawan jenis, itu normal kok
nggak ada yang salah sama cinta
karena cinta emang nggak pernah salah...
benerkan?
terus yang salah apa dong?
yang salah itu adalah kita yang mendapat fitrah cinta tapi tidak bisa mengelolanya dengan baik.

aku yakin kalian pernah mengalami ini

"hari ini ketemu cowo ganteng, dia senyum sama aku... beuh...senyumnya nggak nahan...manis bgt pas dia senyum" kata seorang gadis, ya kalo buat laki-lakinya ketemu cewe cantiklah...
lanjut lagi ya ceritanya....
"kira-kira besok ketemu lagi nggak ya?"
"Ya Allah, tadi ketemu cowo ganteng, dia baik lagi senyum duluan ke aku... besok aku ketemu sama dia lagi nggak ya?"
Allah hanya diam

keesokan harinya
"ya ampun.... beneran hari ini ketemu lagi.... dia minta no. hp aku...
tadi aku ngobrol sm dia...."
"Ya Allah, dia orangnya ramah banget...,,,, dia lagi ngapain ya sekarang?
aku sms ah...."
Allah hanya mendengarkan

"hari ini dia bilang suka sama aku, dia bilang aku baik, dia bilang aku tipe dia banget...
dia bilang....dia bilang...
duch... kata-katanya buat aku melayang..."

"Ya Alllah, sekarang dia nembak aku......
AKU JATUH CINTA SEKARANG...."

"dia cowo tipe aku banget..."

seminggu berlalu, sebulan berlalu....
banyak pertanyaan di benak gadis

"dia kemana ya?"
”Ya Allah, udah sebulan… tapi tetep nggak ada kabar. Smsku nggak pernah dibales. Ternyata bener dia udah nggak peduli. semua udah aku kasih ke dia (dia pegang tangan aku, cium aku... layaknya orang pacaran sekarang). 
Ternyata bener dia cuma pura-pura sayang. Aku sedih ya Allah… ternyata aku bodoh sekali. Ternyata… ternyata…ternyata…ternyata…ternyata…ternyata…ternyata…”

TERNYATA....
saudaraku, itu cerita gadis...

mau tahu jawaban yang Allah berikan pada gadis?
ok, aku kasih tahu
ini jawabannya, aku ambil dari catatan temanku

Akhirnya…

Allah menjawab…

Gadis, sebelum tangismu memecah dunia
Sudah kupilihkan untukmu pendamping setia…
Yang kan menjagamu sepanjang waktu
Yang kan memimpinmu untuk menjaga kemuliaan dien-Ku
Maka mengapa engkau rela masuk
Ke dalam labirin cinta yang semu… dan
Mengikrarkan cintamu pada seseorang yang tak kau tahu…

Gadis..., saat kau merasa bahagia
Atas cinta yang kau rasa, saat itu pula
Tak tahukah engkau betapa KU tercabik-cabik,
Saat pikiranmu mengawang bersamanya?
Padahal kau tahu aku dekat, lebih dekat
Dari urat lehermu sendiri…
Maka mengapa kau tak peduli?

Gadis, saat kau merasa pijakanmu runtuh
Ketika ia pergi, mengapa kau tak melihat
Bahwa AKU selalu menemani?
Mengapa kau terus menyiksa diri dengan sejuta
Pertanyaan kenapa ia tak kembali…

Gadis yang KUkasihi dan KUsayangi seperti hamba-hambaKU yang lain, 
Kuberi engkau Orang tua, saudara, dan sahabat
Untuk bisa kau jaga…
Untuk jadi teman tertawa, untuk menebar cinta
Untuk membantumu menghapus lara… 
Tapi, mengapa kau tak menyibukkan diri memikirkan mereka?
Memikirkan orang-orang yang benar-benar mencintaimu…
Memikirkan mereka yang sayangnya 
Tak pernah lekang oleh waktu…

Namun hambaKu, jika hati dan seluruh ragamu
Ingin kembali ke cahayaKU…
Maka tak pernah ada kata terlambat untukmu
Dan para malaikat telah mencatat niat tulusmu itu di bukunya… 
dan saat itu pula kau kan melihatKu tersenyum bahagia…

Karena apa pun keadaanmu,
Kasih sayangKU tak kan pernah pudar
KepedulianKU tak kan pernah mati
RahmatKU tak kan pernah surut
Hingga bumi mengeluarkan isi perutnya…
Hingga semesta meruntuhkan langit terakhirnya…
Ketahuilah, Cinta-KU… kasih-KU kan selalu ada
Sampai perjalananmu nanti menuju surga.


renungkan saudaraku
maukah kalian menjadi gadis? (aku sich sekarang nggak mau jadi kyk gadis, kalo kalian sich terserah) hehehehehe...

maaf ya saudaraku, dulu aku juga pernah merasa jatuh cinta
tapi sekarang aku belajar buat mengelola cinta agar tetap pada porsinya masing-masing...
aku juga masih belajar mengelola cinta agar tetap pada porsinya....
yuk kita sama-sama belajar mengelola cinta...

:)

Maaf bila ada kata-kataku yang kurang berkenan
Karena aku masih belajar.
semoga bermanfaat.
Aamiin.

Wassalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Senin, 12 September 2011

Diary 2


Entah sudah berapa lama tak kutulis diaryku?
Hari ini biar aku tulis sedikit mimpi ketika kelak aku menjadi mama…

Mama, ingin rasanya aku menjadi mama untuk anak-anakku kelak. Ada kebanggaan tersendiri bagi seorang wanita yang ditakdirkan menjadi mama. Nak, saat ini mungkin engkau masih ada di surga dan belum diturunkan ke bumi untuk bertemu mama. Nak, ketika kelak mama ditakdirkan untuk mengandungmu, mama akan menjagamu dari apapun, agar kau tetap merasa nyaman berada di rahim mama, sampai akhirnya engkau dilahirkan.
Nak, selama dikandungan mama, mama yakin kamu akan sangat setia mendengarkan cerita mama dan menjadi sahabat mama dalam melakukan setiap aktivitas serta menjadi seorang istri yang terus mendampingi papa. Nak kelak ketika tiba saatnya kau keluar dari rahim mama, dan terlahir sebagai seorang bayi mungil yang tanpa dosa, mama ingin sekali kau bersandar di dada mama dan telingamu diazani papa. Nak ketika kau terlahir harapan mama kau sehat wal afiat tanpa kekurangan apapun.
Nak kata orang melahirkan itu rasanya sakit, tapi bagi mama, melahirkanmu adalah nikmat yang luar biasa. Tak akan mama biarkan seorang pun merawatmu selain mama dan papa, karena itu adalah tanggung jawab kami sebagai orang tuamu, yang merawatmu dan mendidikmu menjadi seorang yang berguna bagi orang tua dan agamamu. Nak mama akan mengesampingkan pekerjaan mama demi merawat dan menjagamu. Mama ingin melihat tumbuh kembang buah hati mama.
Nak, entah nama apa kelak yang akan mama dan papa berikan padamu? Nak, mama mungkin akan sangat menyayangimu melebihi papa menyayangimu. Nak bila kelak mama marah padamu, ketahuilah itu adalah salah satu ungkapan rasa sayang mama kepadamu. Nak, bila kelak mama berlaku keras padamu, bukan karena mama memaksakan kehendak mama padamu, tapi mama ingin kau menjadi pribadi yang kuat. Nak bila kelak mama melakukan kesalahan, tolong tegur mama secara baik-baik, jangan bentak mama.
Nak, mungkin kelak ketika kau dewasa, engkau akan berpikiran, pikiran mama sangat kolot karena banyak melarangmu ini dan itu, nak jika kau berpikir seperti itu, coba kau bayangkan seandainya kelak kau menjadi orang tua, mungkin kau pun akan melakukan hal yang sama dengan mama. Nak kau harus ingat satu hal, orang tua pernah merasakan muda, tapi orang muda belum tentu merasakan tua. Nak, kelak tolong kamu pahami kedua orang tuamu. Percayalah mama dan papa akan selalu meyayangimu sampai akhir hayat kami. Semoga kelak aku diizinkan menjadi seorang mama untuk buah cintaku bersama suamiku.
Aamiin.



110911
Kryptonite Angel

Jumat, 26 Agustus 2011

Kamu dan Masa Lalu


Mengenalmu mengingatkanku pada masa lalu
Masa yang telah berakhir layu
Mengenalmu kembali aku berseru
Apa ini sejatiku
Jalanku berliku
Sedikit aku menggugu tentang rasaku
Mengenalmu membuat aku termangu
Kau benar membuatku kembali pada masa itu
Masa yang pada akhirnya tak buat kita bertemu
Apa denganmu aku kelak akan bersatu?
Membuatku mengubur semua masa lalu
Apa denganmu aku bisa mengadu?
Tapi aku tak ingin jadi batu
Aku juga tak ingin jadi ratu
Aku hanya ingin jadi diriku bila denganmu
Merasakan indahnya bersatu bersama waktu yang akan terus berlalu
Menikmati indahnya waktuku bersamamu
Mungkinkah ini jawaban akan segala tanyaku padamu?
Sampai saat ini aku hanya bisa menunggu
Menunggu dirimu hadir menemani setiap detik waktuku.

Tak Hanya


Aku ingin ia ada agar semua tak terkesan maya
Aku tertarik padanya, bukan karena apa yang ia punya
Aku memendam dalam hati semua rasa
Aku ingin selalu menjaga dia
Tapi sepertinya itu tak bisa
Namun aku percaya akan kuasaNya maka kutitipkan ia padaNya
Andai aku boleh memilikinya, aku berjanji akan merawatnya
Mencintainya sampai akhir dunia
Aku tak peduli walau saat ini aku tak pernah menyapa ia
Yang kutahu semua rasaku tertuju untuknya
Aku baru merasakan indah cinta
Namun aku tak pernah ingin cinta buta
Karena aku tahu cinta itu menerangi segala yang ada tak hanya kami berdua
Semoga kita kelak bersama, selalu bertegur sapa, selalu mencinta dan tentu saja semoga selalu dalam ridhoNya.
:)

Untuk Lelaki PilihanNya


Mungkin aku tak bisa meneduhkanmu seperti pohon beringin, tapi aku akan meneduhkanmu dengan caraku
Mungkin aku tak pernah bisa memberikan kehangatan seperti mentari, tapi aku akan menghangatkanmu dengan caraku
Mungkin aku tak bisa menyejukkanmu seperti semilir angin, tapi aku akan menyejukkanmu dengan caraku
Untukmu kelak suamiku, bukan paras tampan yang rupawan yang aku inginkan tapi cukup paras yang bisa membuatku selalu tersenyum bila melihatmu
Bukan mahar batu zamrud atau intan yang aku pinta, tapi cukup hanya mukena dan ijab kabul yang kau berikan
Aku hanya ingin engkau berkata dari kejauhan ketika melihatku 'dia adalah istri dan belahan jiwaku'.

Lara


Beradu sunyi menepi di antara gejolak hati dan badai benci yang menghadang hijab antara kita
Aku diam meratap bintang yang bersinar dengan hati bimbang
Aku masih berdiri meratapi awan yang terus menepi
Lara Mengapa kau selalu temaniku?
Lara kapan kau pergi dariku?
Lara tanpamu mungkin kah kan kugapai bahagia?

JalanMu


Rabb, ketika aku meminta bahagia kau beri aku kesedihan agar aku tahu makna bahagia yang sesungguhnya.
Ketika aku meminta kekuatan, kau beri aku cobaan yang begitu berat agar aku menjadi manusia yang lebih kuat lagi.
Rabb, ketika aku meminta menjadi bijaksana kau beri aku setumpuk masalah agar aku bisa lebih bijak lagi dalam bersikap.
Rabb, terlalu indah caraMu mengistimewakan hamba-hambamu.
Entah bagaimana caraku bersyukur untuk segala nikmat yang kau beri, kutumpahkan air mata ini Rabb untuk terus bersyukur padamu.
Rabb, terima kasih untuk segalanya.
Perjalanan hidup di dunia fana ini rasanya ingin segera aku sempurnakan dengan menyempurnakan setengah agamaku.
Semoga kau kabulkan doaku Rabb.
Aamiin.

8 sama 11


Apa kamu ingat kalau kamu bilang 8?
Aku harus jawab, terus bilang 11?
Kamu yang kasih itu,
Aku kadang senyum dan nangis kalau inget angka itu.
Masih terus kepikiran kamu,
Baca sms2 dari kamu rasanya kamu masih ada, padahal kamu udah nggak ada buat aku.
Kenapa ketika aku mulai berkata jujur sama ayah, kamu malah yang nggak ada?
Aku sebenernya kecewa, tapi aku juga bahagia kalau kamu memang sudah menemukan kebahagiaan kamu.
Secepet membalik telapak tangan kamu lupain semuanya.
Tapi aku nggak akan pernah ngelupain ini semua.
Dalam doaku masih kuselipkan namamu agar kamu selalu bahagia.
Semoga kamu nggak lupa sm 8 dan 11.

:)

Galau



Mengapa bimbang meraja di kala hati telah terjaga?
Aku kembali galau menghadapi problematika hidup yang mulai menjelma menjadi nyata.
Dimana aku tak tahu mana nyata, mana maya?
Dimana aku tak tahu mana fakta atau sekedar kata?
Sungguh gusar hati ini bertanya?
Ada apa sebenarnya ini cinta?
Bimbang meraja, galau menjelma...
Ada apa ini sayang?
Hatiku gusar, mengapa semua pudar?
Apa ini belati jiwa?
Ada apa ini?
Berjuta kata terselip tanya tentang cinta.
Ya Rabb, aku galau.
Ada apa ini?

T_T

Kamis, 25 Agustus 2011

*Malaikat*


Pagi ini aku tersenyum menyambut pagi yang telah mengusir malam
Ada sedikit kerinduan pada bintang
Sedikit terobati dan aku mulai tersenyum
Bintang masih saja menyala
Di kala gelap
Aku rindu senyum khasmu bintang
Tawa hangatmu
Dekap pelukmu
Hangatkan sedikit dingin hatiku
Kau bintang yang tak pernah berhenti bersinar bagiku
Kali ini aku tak berani berharap
Karena aku tak mau berakhir dengan kekecewaan
Biar kau tetap bersinar bintang
Jika memang aku malaikatmu
Maka akan terjadi sebuah kisah
Tentang…
Malaikat dan bintang yang bersatu
Karena aku tahu, kau tak bisa bertahan jauh dari sisi malaikat

Kau adalah Triakanku

Aku tersayat
Merana kalau kemarau
Karena laut tak bertuan
Memupuk rasa bertalu asa
Oh...
Kali ini aku sengsara
Andai bisa aku teriak sekali saja
Maka kau adalah triakanku...

Karena Aku Masih Belajar III


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat malam saudaraku
Apa kebaikan yang telah Anda lakukan hari ini?
Tak perlu dijawab biar hanya Allah dan kau yang tahu.
:)

Mengisi waktu luangku, kutuliskan sedikit pelajaran yang aku dapat hari ini

Pernah mengeluh?
Tak perlu dijawab saudaraku
Biar aku saja yang menjawab
Aku pernah mengeluh, bukan pernah maksudku, tapi aku sering mengeluh
Banyak yang aku keluhkan, kuambil satu contoh

Misalnya aku mengeluh karena postur tubuhku yang aku rasa kurang proposional
Kurang ini lah. Lebih itu lah
Coba kalau beginilah, coba kalau begitulah
Tak lelah aku berandai-andai tentang postur tubuhku
Eh, eh, sebentar
Ini mengeluh atau protes ya namanya?????

Ah, whatever lah namanya apa...
Kita lanjutkan...
Ok!
Pernahkah kau berkaca bahwa sesungguhnya tubuhmu diciptakan begitu sempurna olehnya?
Ada sepasang mata, satu hidung, sepasang telinga, satu mulut, sepasang kaki, sepasang tangan...
Ya bercermin sajalah sendiri, apalagi yang kurang coba?

Pernah kau bayangkan tentang seseorang yang diberi keterbatasan fisik tapi ia tak pernah mengeluh?

Kita punya sepasang mata untuk melihat,masih berani kita bilang tak punya apa-apa?
Pernahkah terpikir oleh kalian bagaimana orang yang tuna netra itu masih bisa tersenyum?
Padahal ia tak melihat apa-apa?

Kita punya satu mulut untuk bicara, tapi mengapa kita selalu berkata kasar dan menghina?
Pernahkah terpikir oleh kalian bagaimana orang yang tuna wicara tertawa saja rasanya sulit, tapi mereka bisa juga tertawa dengan suara yang nyaris tak ada?

Kita punya sepasang telinga untuk mendengar, lalu mengapa masih mendengarkan hal-hal yang tidak berkenan?
Lalu bagaimana orang yang tuli bisa mengerti apa yang kita bicarakan bila mendengar saja rasanya tak bisa, mereka hanya bisa melihat gerakan mulut kita sehingga hanya mengerti tentang apa yang diperintahkan pada mereka.

Kita diberi sepasang kaki, lalu kemana saja ia pergi setiap hari?
Lalu bagaimana dengan orang yang diberi keterbatasan tidak bisa berjalan lantaran ukuran kaki yang tidak proposional?
Mereka tetap berusaha berjalan dengan kedua tangannya, atau jika ada yang mampu mereka menggunakan kursi roda.

Masih ada yang mau mengeluh tentang postur tubuhnya?  (maaf hanya teguran bagi si penulis saja)
Karena aku masih belajar, mulai hari ini aku tak akan mengeluh tentang postur tubuhku lagi...
Karena postur tubuhku sudah diciptakan sangat sempurna olehnya
Dan aku hanya tinggal menjaga dan merawatnya

Ada kutipan yang aku dapat

"Pun bagaimana ia menerima cobaan yang sangat berat itu, semua butuh keberanian dan jiwa besar.
Bahkan airmata itu, selalu terkenang dalam hati -insya Allah untuk selamanya- kala beliau menceritakan kepedihan hatinya, di sela-sela kebahagian dua pengantin yang bersanding saat itu.
Kerut wajahnya saya cermati dengan baik, juga rintihan hatinya.
Beliau berduka.

"Dik, saya orang yang luar biasa, maka seorang yang bisa menggandeng saya pun harus orang yang luar biasa."
Dan beliau tersenyum di sela derai airmatanya.

Dan saya masih menyimpan pertanyaan yang tak tahu kapan akan terjawab.
Adakah orang yang luar biasa itu ?
Bukan hanya luar biasa karena kruknya, tetapi luar biasa karena keikhlasan yang membumbung ke langit, yang akan disambut para malaikat."

Kamu tahu saudaraku, siapa yang berkata
"Dik, saya orang yang luar biasa, maka seorang yang bisa menggandeng saya pun harus orang yang luar biasa."
Dia adalah wanita yang memunyai ukuran kaki yang berbeda dan ia menggunakan kursi roda
Namun apa yang dia katakan saudaraku?
Dia berkata "kakiku sangat istimewa"
Dengan keistimewaannya itu dia tak pernah berhenti berdakwah di jalan Allah.
Subhanallah...

Coba renungkan saudaraku
Masih maukah kita mengeluh???

Maaf jika ada yang tak berkenan, karena aku masih belajar.
Semoga bermanfaat.
Aamiin.
:)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Karena Aku Malaikatmu


Katamu ingin seperti malaikat,
Ya itu dulu.
Sebelum aku bertemu denganmu,
Sebelum gendang cinta dan rebana sayang bertalu menjadi satu,
Katamu ingin seperti malaikat,
Apa sekarang masih ingin?
Kau buat aku seperti terpedaya dalam perangkap cinta
Katamu ingin seperti malaikat,
Tapi bagiku, kau tak boleh jadi malaikat.
Karena aku adalah malaikatmu
Dan kamu tetaplah menjadi bintang
Biar terus bersinar memberi kehangatan
Dan aku akan tetap melihat dan memperhatikanmu dikejauhan
Karena bagiku kau bukan seorang malaikat, karena katamu akulah malaikatmu
Jadi aku harap kau tak perlu berubah menjadi malaikat
Cukup kau dengan kebintanganmu saja
Karena aku ingin seperti malaikat
Setidaknya itu untuk kamu.

Bintang Bersayap


Bintang bersayap, seperti malaikat yang bercahaya
Seperti burung di angkasa
Sayap yang putih mengepak perlahan
Dengan cahaya bintang kemerahan
Sungguh balutan imaji yang alami
Rona kemerahan bintang
Menyentuh pori sayap malaikat
Bintang bersayap, ya seperti malaikat yang bercahaya

Masih Tentang Kamu


Teruntuk kamu, ya kamu
Aku tak pernah menyebut diriku sempurna
Tapi kau berkata jiwaku sempurna
Aku selalu berkata aku wanita yang tidak sempurna
Tapi kau bilang aku adalah wanita sempurna
Sungguh aku tak pernah merasa aku adalah wanita sempurna
Parasku biasa
Kemampuan agama pun terbatas tapi aku tak pernah berputus asa tentang ini karena hidup adalah terus belajar untuk mendalaminya
Saat ini kau balik semua keadaan, sehingga semua kesalahan terpusat di aku
Aku tak masalah, aku hanya diam
Diam dalam doa yang masih saja kuselipkan namamu agar kau selalu bahagia
Walau hati terluka, walau luka menganga tak apa
Aku tahu aku bisa
Aku diajari olehmu untuk selalu bersyukur padaNya apa pun keadaannya.
Terima kasih, mungkin jika tanpa hadirnya kamu, aku tak kan sekuat sekarang ini.
Dengan kepergianmu aku semakin mengerti dan memahami tentang hidup.
:)

Bukan Sebuah Kesalahan


Menaruh hati padamu tak pernah kusesali sebagai sebuah kesalahan
Mulai mencintaimu tak pernah kusesali sebagai suatu kesalahan pula
Dapat mencintaimu sungguh anugerah yang luar biasa yang Tuhan berikan padaku
Itu menandakan bahwa aku sebagai seorang wanita normal yang ingin mencintai dan dicintai
Aku sangat bersyukur ketika kau merasakan hal yang sama denganku
Walau sesaat, dan segala sesuatunya abstrak tapi tak mengurangi rasaku tentang itu
Mencintaimu bagiku bukan sebuah kesalahan
Melepaskanmu bagiku adalah sebuah kemenangan yang mengantarkanmu pada gerbang kebahagiaan
Selamat untuk kebahagiaanmu, semoga aku pun segera menyusul dan segera melewati gerbang kebahagiaan itu.
Aamiin.

Sampai saat ini masih kuselipkan namamu disalah satu bait doaku.
:)

Menantinya


Menghirup udara yang kian lama kian sesak.
Memandang dengan mata yang tak tentu arah.
Merasa sesuatu yang tak dapat dirasa.
Ya Rabb, rupanya rasa ini begitu dalam, begitu membekas.
Bukan lagi tergores, tapi malah suka menganga.
Ada apa ini?
Mengapa diam?
Aku tahu bukannya kau enggan, tapi engkau memang ingin sendiri dulu.
Baiklah, aku coba ikhlas, aku coba untuk lebih bersabar lagi.
Rabb, katakan padanya.
Aku ingin buat dia bahagia, walau bahagianya tanpaku, Insya Allah aku rela.
Bukankah akan lebih menyakitkan hidup bersama orang yang kita cintai tapi ia tidak berbahagia hidup bersama kita.
Rabb, doaku selalu terselip namanya.
Tolong beritahu dia, aku di sini masih menantinya.
Dengan segenap hati dan cinta kasih yang telah terpahat namanya.

Jangan Berhenti


Kadang tak sadar lidah berucap
Tak tahu kata terluka
Tapi kata-kataku bukan belati jiwa
Andai kita dekat mungkin tak begini,
Tapi tak boleh berputus asa,
Kita tahu, mungkin ini jalanNya,
Kadang berkelok, kadang berlubang, kadang datar, bahkan samping kiri kanan pun ada jurang
Genggam tanganku sayang,
Kita jalan bersama, kita melangkah bersama
Kita lalui jalan ini bersama, walau ada badai bahkan topan menerjang
Kita hadapi ini bersama
Jangan pernah berhenti menggenggam tanganku sayang...

Masih Tentang Bintang


Bintang ya masih tentang bintang
Seperti hamparan hijau yang membentang
Beribu tanya datang
Ketika aku masih memilih bintang
Tak pernah tahu kau ada di mana bintang
Di langit kah?
Di tata surya kah?
Atau di Bima Sakti kah?
Bintang, bintang, berjuta tanyaku berkumandang
Di mana kau bintang?
Kau beriku kehangatan tanpa bisa memandang
Kau beriku kekuatan tanpa bisa kugenggam
Apa kau benar ada bintang?
Di mana letakmu?
Sungguh aku tak pernah tahu?
Bintang, bintang...
Masih selalu tentang bintang...

:)

Hati


Kepada hati yang terus mencari
Aku minta maaf kepadamu
Aku telah memilihnya
Tapi entah bagaimana dengan hatinya
Mungkin dia telah memilih hati yang lain untuk hatinya
Sepotong hati yang dia punya mungkin itu untukmu
Hati kau jangan terlalu berharap tentang hatinya
Aku tak mau kau sakit jika ternyata hatinya benar bukan untukmu
Hati, kau tentu tahu bahwa hati tak bisa terlihat
Maka bersabarlah sampai akhirnya kelak hatinya menemukan hatimu
Hati bersabarlah
Biar cahaya hatinya menuntunnya menemukanmu hati
Jangan bersedih bila hatinya bukan untukmu, tapi setidaknya dalam hatinya pernah ada kamu hati.
Dalam ruang khusus hatinya pernah bahkan mungkin akan terus ada kamu hati.
:)

Teruntuk Calon Imamku


Teruntukmu calon imamku
Tak aku minta harta berlimpah untuk meminangku, cukuplah kaya hatimu dan ketulusan cintamu padaku atas dasar cintamu kepadaNya.
Tak aku inginkah wajahmu setampan Yusuf, tapi cukuplah ketika menatap wajahmu aku temukan keteduhan di sana.
Tak aku minta kau setabah Ayub, tapi cukuplah kau selalu bersyukur atas segala yang telah diberikanNya.
Calon imamku
Kelak coba pahami aku bukan lagi mengerti
Sadari aku adalah wanita akhir zaman yang mungkin tak sehebat Muti'ah dalam mencari ridho suaminya
Tapi Insya Allah aku belajar meneladani apa yang ada pada Muti'ah
Calon imamku, sesungguhnya aku pun hanya seorang wanita biasa
Sama sepertimu, seorang lelaki biasa
Dan Insya Allah ketika kelak kita dipersatukan
Kita akan belajar untuk terus mencintaiNya.

Tak Abadi


Percayalah segala sesuatu yang ada di dunia ini tak ada yang abadi
Air tak selamanya pasang, tapi juga akan surut
Badai tak selamanya datang tapi juga akan berlalu
Duka tak selamanya ada karena ada bahagia yang akan mengganti
Begitu pula masalah yang kita miliki, tak selamanya ia tak kan terselesaikan
Semua butuh waktu, butuh proses, dan waktu yang akan membantu penyelesaiannya.
Yakinlah bahwa semuanya tak akan abadi di dunia ini.
Tetap semangat melangkahkan kaki di hari ini dan seterusnya serta tak lupa tersenyum untuk segala nikmatNya.

Rabu, 24 Agustus 2011

Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta

Pelacur-pelacur kota Jakarta

Dari klas tinggi dan klas rendah
Telah digayang
Telah diharu-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu

Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
Tapi jangan kau klewat putus asa.
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban.
Wahai, pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah.
Sanggul kembali rambutmu
Kerna setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan.
Kerna:
Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
tapi kau rela dibikin korban

Mantan Teman?


 
Aku dan Saka merupakan sahabat yang terkenal kompak. Setiap ada Aku di situ pasti ada Saka. Setiap hari aku dan Saka pergi ke kampus bersama, pulang bersama dan melakukan aktivitas di kampus selalu bersama. Banyak yang mengira aku adalah sepasang kekasih. Namun, aku tak ambil pusing dengan pendapat itu. Aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara, sedangkan Saka adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saka selalu melindungiku dari apapun, yang dapat membahayakan aku.
Awal perkenalan aku dan Saka terjadi ketika kami mendaftar di universitas yang sama. Awalnya aku membenci pria yang berdiri yang dengan pakaian sangat rapi, mengenakan kemeja putih bermotif vertikal hitam, dengan celana bahan hitam pula. “ganteng juga tuh cowo, tapi pakainnya rapi banget, gue aja pake baju yang udah belel” gumamku dalam hati sambil terus menatap ke arah pria itu. Aku tersentak kaget, ketika pria itu melihat ke arahku. Dengan sedikit senyum aku mencoba mencairkan suasana. Kemudian pria itu datang menghampiriku, “mampus gue, duh…bego banget si gue ketangkep basah lagi ngeliatin dia” celotehku dalam hati.

Bercermin


Aku bercermin, ada pantulan diriku di sana
Rupanya aku tak lagi remaja, aku kini telah dewasa
Aku tak selamanya muda, karena pasti kelak akan menua
Siapkah aku jika kelak dipanggil olehNya?
Melaporkan apa yang telah aku lakukan selama di dunia
Rasanya diri ini berlumur dosa
Sudah berapa banyak dosakah yang kutimbun hingga menggunung?
Kembali aku bercermin
Ada pantulan diriku di sana
Ternyata cara berpakaianku belum sesuai dengan ajaranNya
Sekilas kulihat aku hanya mengenakan penutup kepala
Bukan kerudung yang menutupi kepala sampai buah dada
Aku juga masih berpakaian praktis, bukan gamis yang menutupi semua lekuk tubuhku
Lalu kulanjutkan untuk terus bercermin.

Semua dari Kalian


Aku semakin kuat karena masalah yang kuhadapi
Terima kasih kepada kalian yang telah memberiku masalah
Aku semakin kuat karena kalian bohongi
Terima kasih kepada kalian yang membohongiku
Aku semakin kuat karena menangis
Terima kasih kepada kalian yang telah membuatku menangis
Aku semakin kuat karena tersenyum
Terima kasih pada kalian yang telah membuatku tersenyum
Aku semakin kuat karena marah
Terima kasih karena kalian telah membuatku marah
Aku semakin kuat karena aku bersedih
Terima kasih karena kalian telah membuatku bersedih
Aku semakin kuat karena berharap
Terima kasih karena kalian telah membuatku berharap
Aku semakin kuat karena bermimpi
Terima kasih kepada kalian yang telah membuatku bermimpi
Aku semakin kuat karena pelajaran hidup yang kalian beri
Terima kasih kepada kalian yang telah memberiku pelajaran hidup untukku
Aku takkan berarti apa-apa tanpa kalian
Sekali lagi terima kasih kepada kalian
Karena kalian hidupku berwarna
Pintaku padaNya
Semoga kalian selalu bahagia.
Aamiin.

Serpihan Kisah


Kau kekasih hatiku yang bilang teman hatiku
Kini menjadi serpihan kisah masa laluku
Kiniku tak lagi sendu
Mengadu sambil menangis dan menggugu
Ini akhir kisahku
Dimana bintang dan malaikat itu tak bisa bersatu
Ini ceritaku
Tentang masa di mana aku dan dia berseteru
Ya tentu aku masih menunggu
Menunggu kamu menjadi sepasang penantin baru
Doaku hanya satu
Semoga kamu bahagia bersama belahan jiwamu
Ini jalanmu dan ini pula jalanku
Ini pilihanmu yang buat kita tak jadi bersatu
Tapi aku yakin pula ini jalanNya karena sesungguhNya Dia Maha Tahu.
:)

Doaku di Harimu


Ingin seperti karang yang tak karam karena debur ombak yang selalu datang
Ingin seperti matahari yang bersinar sepanjang hari tiada henti di belahan bumi manapun
Ia mampu menghangatkan tanpa bersentuhan
Andai aku bisa seperti itu
Tapi aku bukan karang
Aku juga bukan matahari
Aku hanya seorang wanita yang belajar mandiri
Belajar menerima segala takdir Ilahi
Satu doaku di hari bahagianya kelak
Semoga aku tidak menangis di hari yang Engkau Ridhoi untuknya kelak Rabb
Aku hanya tak ingin menangis melihatnya bahagia
Walau sakit tapi aku akan tetap mengembangkan senyum dan melihatkan rona bahagia walau sebenarnya hati tengah terluka

Selasa, 23 Agustus 2011

Apa Salahnya Adat?


Bunga mawar putih (dari genus Rosa) dan sekumpulan bunga krisan atau yang dikenal dengan nama latin Chrysanthenum, menghiasi resepsi pernikahan kakak. Bau bunga krisan memang tak begitu harum, namun warna-warni bunga itu sangat indah. Dekorasi pelaminan telah hampir sempurna. Sendok, garpu, piring telah tertata rapi. Acara resepsi ini akan dimulai beberapa jam lagi.

Mempunyai pasangan hidup, adalah impian setiap orang. Tidak terkecuali aku, itu adalah mimpiku sejak kecil. Keluargaku kuno, masih saja mengunakan tradisi zaman dahulu. Tapi, kupikir tak apalah. Siapa yang tak mau mempunyai belahan jiwa? Hidup dengan orang yang dicintai dan mencintai diri kita. Aku menyesal tentang hubunganku yang harus berakhir dengan kekasihku karena perbedaan adat. Kubayangkan pelaminan yang bersofakan coklat itu, adalah tempat dudukku bersama Nai. Tapi sayangnya pelaminan itu milik kakak, bukan aku. Foto prawedding mulai dipasang, aku hanya bisa melihat raut wajah kebahagiaan pada foto yang berfigura warna emas itu. Senyum yang benar-benar bahagia.

Bintang yang Tak Pernah Bisa Aku Peluk


Ingin marah, tapi aku siapa?
Ingin menyayangnya, tapi aku siapa?
Ingin memeluknya, tapi aku siapa?
Tak pantas rasanya aku mencintai bintang,
Aku siapa?
Berani menyukai bintang?
Maaf aku tak berani lebih dekat denganmu
Aku sangat ingin memilikimu
Memelukmu, mendekapmu
Namun, itu akan melukaiku
Membuatku lebur
Tak apa cukup melihat bintangku dari kejauhan agar tetap melihat cahayanya dan cahaya itu membuatku tersenyum
Sambil aku berkata
Bahwa kamu adalah bintang yang tak pernah bisa kumiliki.

Ter:)


Apa yang dapat membuatmu tersenyum?
Maka aku akan lakukan apa yang dapat membuatmu tersenyum
Aku hanya diam
Tak perlu kutanggapi kata-kata picisan seperti itu
Yang aku tahu hanya bertahan hidup
Kau tak perlu tahu bagaimana aku tersenyum
Aku tersenyum karena aku ingin tersenyum bukan karena hal apa yang kau lakukan untukku
Apa maumu ingin aku tersenyum?
Aku bukan bonekamu
Tak perlu lah kau khawatirkan aku
Aku hanya seorang wanita biasa
Aku tersenyum hanya ketika aku ingin tersenyum
Jangan paksa aku untuk tersenyum
Karena aku tahu kapan aku harus tersenyum
:)

Template by:

Free Blog Templates