Advertisement

Kamis, 25 Agustus 2011

Karena Aku Masih Belajar III


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat malam saudaraku
Apa kebaikan yang telah Anda lakukan hari ini?
Tak perlu dijawab biar hanya Allah dan kau yang tahu.
:)

Mengisi waktu luangku, kutuliskan sedikit pelajaran yang aku dapat hari ini

Pernah mengeluh?
Tak perlu dijawab saudaraku
Biar aku saja yang menjawab
Aku pernah mengeluh, bukan pernah maksudku, tapi aku sering mengeluh
Banyak yang aku keluhkan, kuambil satu contoh

Misalnya aku mengeluh karena postur tubuhku yang aku rasa kurang proposional
Kurang ini lah. Lebih itu lah
Coba kalau beginilah, coba kalau begitulah
Tak lelah aku berandai-andai tentang postur tubuhku
Eh, eh, sebentar
Ini mengeluh atau protes ya namanya?????

Ah, whatever lah namanya apa...
Kita lanjutkan...
Ok!
Pernahkah kau berkaca bahwa sesungguhnya tubuhmu diciptakan begitu sempurna olehnya?
Ada sepasang mata, satu hidung, sepasang telinga, satu mulut, sepasang kaki, sepasang tangan...
Ya bercermin sajalah sendiri, apalagi yang kurang coba?

Pernah kau bayangkan tentang seseorang yang diberi keterbatasan fisik tapi ia tak pernah mengeluh?

Kita punya sepasang mata untuk melihat,masih berani kita bilang tak punya apa-apa?
Pernahkah terpikir oleh kalian bagaimana orang yang tuna netra itu masih bisa tersenyum?
Padahal ia tak melihat apa-apa?

Kita punya satu mulut untuk bicara, tapi mengapa kita selalu berkata kasar dan menghina?
Pernahkah terpikir oleh kalian bagaimana orang yang tuna wicara tertawa saja rasanya sulit, tapi mereka bisa juga tertawa dengan suara yang nyaris tak ada?

Kita punya sepasang telinga untuk mendengar, lalu mengapa masih mendengarkan hal-hal yang tidak berkenan?
Lalu bagaimana orang yang tuli bisa mengerti apa yang kita bicarakan bila mendengar saja rasanya tak bisa, mereka hanya bisa melihat gerakan mulut kita sehingga hanya mengerti tentang apa yang diperintahkan pada mereka.

Kita diberi sepasang kaki, lalu kemana saja ia pergi setiap hari?
Lalu bagaimana dengan orang yang diberi keterbatasan tidak bisa berjalan lantaran ukuran kaki yang tidak proposional?
Mereka tetap berusaha berjalan dengan kedua tangannya, atau jika ada yang mampu mereka menggunakan kursi roda.

Masih ada yang mau mengeluh tentang postur tubuhnya?  (maaf hanya teguran bagi si penulis saja)
Karena aku masih belajar, mulai hari ini aku tak akan mengeluh tentang postur tubuhku lagi...
Karena postur tubuhku sudah diciptakan sangat sempurna olehnya
Dan aku hanya tinggal menjaga dan merawatnya

Ada kutipan yang aku dapat

"Pun bagaimana ia menerima cobaan yang sangat berat itu, semua butuh keberanian dan jiwa besar.
Bahkan airmata itu, selalu terkenang dalam hati -insya Allah untuk selamanya- kala beliau menceritakan kepedihan hatinya, di sela-sela kebahagian dua pengantin yang bersanding saat itu.
Kerut wajahnya saya cermati dengan baik, juga rintihan hatinya.
Beliau berduka.

"Dik, saya orang yang luar biasa, maka seorang yang bisa menggandeng saya pun harus orang yang luar biasa."
Dan beliau tersenyum di sela derai airmatanya.

Dan saya masih menyimpan pertanyaan yang tak tahu kapan akan terjawab.
Adakah orang yang luar biasa itu ?
Bukan hanya luar biasa karena kruknya, tetapi luar biasa karena keikhlasan yang membumbung ke langit, yang akan disambut para malaikat."

Kamu tahu saudaraku, siapa yang berkata
"Dik, saya orang yang luar biasa, maka seorang yang bisa menggandeng saya pun harus orang yang luar biasa."
Dia adalah wanita yang memunyai ukuran kaki yang berbeda dan ia menggunakan kursi roda
Namun apa yang dia katakan saudaraku?
Dia berkata "kakiku sangat istimewa"
Dengan keistimewaannya itu dia tak pernah berhenti berdakwah di jalan Allah.
Subhanallah...

Coba renungkan saudaraku
Masih maukah kita mengeluh???

Maaf jika ada yang tak berkenan, karena aku masih belajar.
Semoga bermanfaat.
Aamiin.
:)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates