Menghirup udara yang kian lama kian sesak.
Memandang dengan mata yang tak tentu arah.
Merasa sesuatu yang tak dapat dirasa.
Ya Rabb, rupanya rasa ini begitu dalam, begitu membekas.
Bukan lagi tergores, tapi malah suka menganga.
Ada apa ini?
Mengapa diam?
Aku tahu bukannya kau enggan, tapi engkau memang ingin sendiri dulu.
Baiklah, aku coba ikhlas, aku coba untuk lebih bersabar lagi.
Rabb, katakan padanya.
Aku ingin buat dia bahagia, walau bahagianya tanpaku, Insya Allah aku rela.
Bukankah akan lebih menyakitkan hidup bersama orang yang kita cintai tapi ia tidak berbahagia hidup bersama kita.
Rabb, doaku selalu terselip namanya.
Tolong beritahu dia, aku di sini masih menantinya.
Dengan segenap hati dan cinta kasih yang telah terpahat namanya.
Memandang dengan mata yang tak tentu arah.
Merasa sesuatu yang tak dapat dirasa.
Ya Rabb, rupanya rasa ini begitu dalam, begitu membekas.
Bukan lagi tergores, tapi malah suka menganga.
Ada apa ini?
Mengapa diam?
Aku tahu bukannya kau enggan, tapi engkau memang ingin sendiri dulu.
Baiklah, aku coba ikhlas, aku coba untuk lebih bersabar lagi.
Rabb, katakan padanya.
Aku ingin buat dia bahagia, walau bahagianya tanpaku, Insya Allah aku rela.
Bukankah akan lebih menyakitkan hidup bersama orang yang kita cintai tapi ia tidak berbahagia hidup bersama kita.
Rabb, doaku selalu terselip namanya.
Tolong beritahu dia, aku di sini masih menantinya.
Dengan segenap hati dan cinta kasih yang telah terpahat namanya.

0 komentar:
Posting Komentar