Semua begitu abstrak
Memendam hasrat yang kian hari kian bergejolak
Sekarang hasratku padam, nyaris aku tak tahan menahan ini semua
Jujur aku selalu merindu
Kau sakiti aku tapi, aku tak bisa membencimu
Kau arsitek hati yang handal, sungguh sangat piawai
Kau bangun hatiku tapi tanpa tiang
Belum selesai bangunan itu lalu kau hancurkan
Arsitek yang handal dan piawai
Bodohnya aku seorang tukang, yang terus saja mendirikan bangunan
Bangunan yang tak bertiang
Sekarang bangunan itu porak poranda
Luluh lantak seperti terkena gempa vulkanik
Aku sudah tak bisa menangis
Semua rasa telah terkikis
Aku hanya bisa merintih
Semua terasa perih, pedih tak terperi
Aku tak berdaya karena luka ini baru menganga
Kini aku tak percaya lagi dengan kehangatan sang surya
Ia tak lagi menghangatkan, tetapi membakar
Kau yang ajarkan aku untuk bahagia
Tapi kau pula yang ajarkan aku tentang derita
Aku tak menyimpan dendam, karena bagiku kau adalah pelajaran
Kau adalah album kehidupan yang pernah aku miliki
Harus aku akui kau adalah arsitek yang handal dan sangat piawai
Semoga aku bisa mendirikan bangunan hati yang kini masih porak poranda dengan arsitek hati yang lebih handal dan piawai
Tapi bukan dengar orang sepertimu yang mendirikan bangunan tanpa tiang
Semoga kau dan aku sama-sama bahagia.
Aamiin

0 komentar:
Posting Komentar