Advertisement

Jumat, 26 Agustus 2011

Kamu dan Masa Lalu


Mengenalmu mengingatkanku pada masa lalu
Masa yang telah berakhir layu
Mengenalmu kembali aku berseru
Apa ini sejatiku
Jalanku berliku
Sedikit aku menggugu tentang rasaku
Mengenalmu membuat aku termangu
Kau benar membuatku kembali pada masa itu
Masa yang pada akhirnya tak buat kita bertemu
Apa denganmu aku kelak akan bersatu?
Membuatku mengubur semua masa lalu
Apa denganmu aku bisa mengadu?
Tapi aku tak ingin jadi batu
Aku juga tak ingin jadi ratu
Aku hanya ingin jadi diriku bila denganmu
Merasakan indahnya bersatu bersama waktu yang akan terus berlalu
Menikmati indahnya waktuku bersamamu
Mungkinkah ini jawaban akan segala tanyaku padamu?
Sampai saat ini aku hanya bisa menunggu
Menunggu dirimu hadir menemani setiap detik waktuku.

Tak Hanya


Aku ingin ia ada agar semua tak terkesan maya
Aku tertarik padanya, bukan karena apa yang ia punya
Aku memendam dalam hati semua rasa
Aku ingin selalu menjaga dia
Tapi sepertinya itu tak bisa
Namun aku percaya akan kuasaNya maka kutitipkan ia padaNya
Andai aku boleh memilikinya, aku berjanji akan merawatnya
Mencintainya sampai akhir dunia
Aku tak peduli walau saat ini aku tak pernah menyapa ia
Yang kutahu semua rasaku tertuju untuknya
Aku baru merasakan indah cinta
Namun aku tak pernah ingin cinta buta
Karena aku tahu cinta itu menerangi segala yang ada tak hanya kami berdua
Semoga kita kelak bersama, selalu bertegur sapa, selalu mencinta dan tentu saja semoga selalu dalam ridhoNya.
:)

Untuk Lelaki PilihanNya


Mungkin aku tak bisa meneduhkanmu seperti pohon beringin, tapi aku akan meneduhkanmu dengan caraku
Mungkin aku tak pernah bisa memberikan kehangatan seperti mentari, tapi aku akan menghangatkanmu dengan caraku
Mungkin aku tak bisa menyejukkanmu seperti semilir angin, tapi aku akan menyejukkanmu dengan caraku
Untukmu kelak suamiku, bukan paras tampan yang rupawan yang aku inginkan tapi cukup paras yang bisa membuatku selalu tersenyum bila melihatmu
Bukan mahar batu zamrud atau intan yang aku pinta, tapi cukup hanya mukena dan ijab kabul yang kau berikan
Aku hanya ingin engkau berkata dari kejauhan ketika melihatku 'dia adalah istri dan belahan jiwaku'.

Lara


Beradu sunyi menepi di antara gejolak hati dan badai benci yang menghadang hijab antara kita
Aku diam meratap bintang yang bersinar dengan hati bimbang
Aku masih berdiri meratapi awan yang terus menepi
Lara Mengapa kau selalu temaniku?
Lara kapan kau pergi dariku?
Lara tanpamu mungkin kah kan kugapai bahagia?

JalanMu


Rabb, ketika aku meminta bahagia kau beri aku kesedihan agar aku tahu makna bahagia yang sesungguhnya.
Ketika aku meminta kekuatan, kau beri aku cobaan yang begitu berat agar aku menjadi manusia yang lebih kuat lagi.
Rabb, ketika aku meminta menjadi bijaksana kau beri aku setumpuk masalah agar aku bisa lebih bijak lagi dalam bersikap.
Rabb, terlalu indah caraMu mengistimewakan hamba-hambamu.
Entah bagaimana caraku bersyukur untuk segala nikmat yang kau beri, kutumpahkan air mata ini Rabb untuk terus bersyukur padamu.
Rabb, terima kasih untuk segalanya.
Perjalanan hidup di dunia fana ini rasanya ingin segera aku sempurnakan dengan menyempurnakan setengah agamaku.
Semoga kau kabulkan doaku Rabb.
Aamiin.

8 sama 11


Apa kamu ingat kalau kamu bilang 8?
Aku harus jawab, terus bilang 11?
Kamu yang kasih itu,
Aku kadang senyum dan nangis kalau inget angka itu.
Masih terus kepikiran kamu,
Baca sms2 dari kamu rasanya kamu masih ada, padahal kamu udah nggak ada buat aku.
Kenapa ketika aku mulai berkata jujur sama ayah, kamu malah yang nggak ada?
Aku sebenernya kecewa, tapi aku juga bahagia kalau kamu memang sudah menemukan kebahagiaan kamu.
Secepet membalik telapak tangan kamu lupain semuanya.
Tapi aku nggak akan pernah ngelupain ini semua.
Dalam doaku masih kuselipkan namamu agar kamu selalu bahagia.
Semoga kamu nggak lupa sm 8 dan 11.

:)

Galau



Mengapa bimbang meraja di kala hati telah terjaga?
Aku kembali galau menghadapi problematika hidup yang mulai menjelma menjadi nyata.
Dimana aku tak tahu mana nyata, mana maya?
Dimana aku tak tahu mana fakta atau sekedar kata?
Sungguh gusar hati ini bertanya?
Ada apa sebenarnya ini cinta?
Bimbang meraja, galau menjelma...
Ada apa ini sayang?
Hatiku gusar, mengapa semua pudar?
Apa ini belati jiwa?
Ada apa ini?
Berjuta kata terselip tanya tentang cinta.
Ya Rabb, aku galau.
Ada apa ini?

T_T

Kamis, 25 Agustus 2011

*Malaikat*


Pagi ini aku tersenyum menyambut pagi yang telah mengusir malam
Ada sedikit kerinduan pada bintang
Sedikit terobati dan aku mulai tersenyum
Bintang masih saja menyala
Di kala gelap
Aku rindu senyum khasmu bintang
Tawa hangatmu
Dekap pelukmu
Hangatkan sedikit dingin hatiku
Kau bintang yang tak pernah berhenti bersinar bagiku
Kali ini aku tak berani berharap
Karena aku tak mau berakhir dengan kekecewaan
Biar kau tetap bersinar bintang
Jika memang aku malaikatmu
Maka akan terjadi sebuah kisah
Tentang…
Malaikat dan bintang yang bersatu
Karena aku tahu, kau tak bisa bertahan jauh dari sisi malaikat

Kau adalah Triakanku

Aku tersayat
Merana kalau kemarau
Karena laut tak bertuan
Memupuk rasa bertalu asa
Oh...
Kali ini aku sengsara
Andai bisa aku teriak sekali saja
Maka kau adalah triakanku...

Karena Aku Masih Belajar III


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat malam saudaraku
Apa kebaikan yang telah Anda lakukan hari ini?
Tak perlu dijawab biar hanya Allah dan kau yang tahu.
:)

Mengisi waktu luangku, kutuliskan sedikit pelajaran yang aku dapat hari ini

Pernah mengeluh?
Tak perlu dijawab saudaraku
Biar aku saja yang menjawab
Aku pernah mengeluh, bukan pernah maksudku, tapi aku sering mengeluh
Banyak yang aku keluhkan, kuambil satu contoh

Misalnya aku mengeluh karena postur tubuhku yang aku rasa kurang proposional
Kurang ini lah. Lebih itu lah
Coba kalau beginilah, coba kalau begitulah
Tak lelah aku berandai-andai tentang postur tubuhku
Eh, eh, sebentar
Ini mengeluh atau protes ya namanya?????

Ah, whatever lah namanya apa...
Kita lanjutkan...
Ok!
Pernahkah kau berkaca bahwa sesungguhnya tubuhmu diciptakan begitu sempurna olehnya?
Ada sepasang mata, satu hidung, sepasang telinga, satu mulut, sepasang kaki, sepasang tangan...
Ya bercermin sajalah sendiri, apalagi yang kurang coba?

Pernah kau bayangkan tentang seseorang yang diberi keterbatasan fisik tapi ia tak pernah mengeluh?

Kita punya sepasang mata untuk melihat,masih berani kita bilang tak punya apa-apa?
Pernahkah terpikir oleh kalian bagaimana orang yang tuna netra itu masih bisa tersenyum?
Padahal ia tak melihat apa-apa?

Kita punya satu mulut untuk bicara, tapi mengapa kita selalu berkata kasar dan menghina?
Pernahkah terpikir oleh kalian bagaimana orang yang tuna wicara tertawa saja rasanya sulit, tapi mereka bisa juga tertawa dengan suara yang nyaris tak ada?

Kita punya sepasang telinga untuk mendengar, lalu mengapa masih mendengarkan hal-hal yang tidak berkenan?
Lalu bagaimana orang yang tuli bisa mengerti apa yang kita bicarakan bila mendengar saja rasanya tak bisa, mereka hanya bisa melihat gerakan mulut kita sehingga hanya mengerti tentang apa yang diperintahkan pada mereka.

Kita diberi sepasang kaki, lalu kemana saja ia pergi setiap hari?
Lalu bagaimana dengan orang yang diberi keterbatasan tidak bisa berjalan lantaran ukuran kaki yang tidak proposional?
Mereka tetap berusaha berjalan dengan kedua tangannya, atau jika ada yang mampu mereka menggunakan kursi roda.

Masih ada yang mau mengeluh tentang postur tubuhnya?  (maaf hanya teguran bagi si penulis saja)
Karena aku masih belajar, mulai hari ini aku tak akan mengeluh tentang postur tubuhku lagi...
Karena postur tubuhku sudah diciptakan sangat sempurna olehnya
Dan aku hanya tinggal menjaga dan merawatnya

Ada kutipan yang aku dapat

"Pun bagaimana ia menerima cobaan yang sangat berat itu, semua butuh keberanian dan jiwa besar.
Bahkan airmata itu, selalu terkenang dalam hati -insya Allah untuk selamanya- kala beliau menceritakan kepedihan hatinya, di sela-sela kebahagian dua pengantin yang bersanding saat itu.
Kerut wajahnya saya cermati dengan baik, juga rintihan hatinya.
Beliau berduka.

"Dik, saya orang yang luar biasa, maka seorang yang bisa menggandeng saya pun harus orang yang luar biasa."
Dan beliau tersenyum di sela derai airmatanya.

Dan saya masih menyimpan pertanyaan yang tak tahu kapan akan terjawab.
Adakah orang yang luar biasa itu ?
Bukan hanya luar biasa karena kruknya, tetapi luar biasa karena keikhlasan yang membumbung ke langit, yang akan disambut para malaikat."

Kamu tahu saudaraku, siapa yang berkata
"Dik, saya orang yang luar biasa, maka seorang yang bisa menggandeng saya pun harus orang yang luar biasa."
Dia adalah wanita yang memunyai ukuran kaki yang berbeda dan ia menggunakan kursi roda
Namun apa yang dia katakan saudaraku?
Dia berkata "kakiku sangat istimewa"
Dengan keistimewaannya itu dia tak pernah berhenti berdakwah di jalan Allah.
Subhanallah...

Coba renungkan saudaraku
Masih maukah kita mengeluh???

Maaf jika ada yang tak berkenan, karena aku masih belajar.
Semoga bermanfaat.
Aamiin.
:)

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Karena Aku Malaikatmu


Katamu ingin seperti malaikat,
Ya itu dulu.
Sebelum aku bertemu denganmu,
Sebelum gendang cinta dan rebana sayang bertalu menjadi satu,
Katamu ingin seperti malaikat,
Apa sekarang masih ingin?
Kau buat aku seperti terpedaya dalam perangkap cinta
Katamu ingin seperti malaikat,
Tapi bagiku, kau tak boleh jadi malaikat.
Karena aku adalah malaikatmu
Dan kamu tetaplah menjadi bintang
Biar terus bersinar memberi kehangatan
Dan aku akan tetap melihat dan memperhatikanmu dikejauhan
Karena bagiku kau bukan seorang malaikat, karena katamu akulah malaikatmu
Jadi aku harap kau tak perlu berubah menjadi malaikat
Cukup kau dengan kebintanganmu saja
Karena aku ingin seperti malaikat
Setidaknya itu untuk kamu.

Bintang Bersayap


Bintang bersayap, seperti malaikat yang bercahaya
Seperti burung di angkasa
Sayap yang putih mengepak perlahan
Dengan cahaya bintang kemerahan
Sungguh balutan imaji yang alami
Rona kemerahan bintang
Menyentuh pori sayap malaikat
Bintang bersayap, ya seperti malaikat yang bercahaya

Masih Tentang Kamu


Teruntuk kamu, ya kamu
Aku tak pernah menyebut diriku sempurna
Tapi kau berkata jiwaku sempurna
Aku selalu berkata aku wanita yang tidak sempurna
Tapi kau bilang aku adalah wanita sempurna
Sungguh aku tak pernah merasa aku adalah wanita sempurna
Parasku biasa
Kemampuan agama pun terbatas tapi aku tak pernah berputus asa tentang ini karena hidup adalah terus belajar untuk mendalaminya
Saat ini kau balik semua keadaan, sehingga semua kesalahan terpusat di aku
Aku tak masalah, aku hanya diam
Diam dalam doa yang masih saja kuselipkan namamu agar kau selalu bahagia
Walau hati terluka, walau luka menganga tak apa
Aku tahu aku bisa
Aku diajari olehmu untuk selalu bersyukur padaNya apa pun keadaannya.
Terima kasih, mungkin jika tanpa hadirnya kamu, aku tak kan sekuat sekarang ini.
Dengan kepergianmu aku semakin mengerti dan memahami tentang hidup.
:)

Bukan Sebuah Kesalahan


Menaruh hati padamu tak pernah kusesali sebagai sebuah kesalahan
Mulai mencintaimu tak pernah kusesali sebagai suatu kesalahan pula
Dapat mencintaimu sungguh anugerah yang luar biasa yang Tuhan berikan padaku
Itu menandakan bahwa aku sebagai seorang wanita normal yang ingin mencintai dan dicintai
Aku sangat bersyukur ketika kau merasakan hal yang sama denganku
Walau sesaat, dan segala sesuatunya abstrak tapi tak mengurangi rasaku tentang itu
Mencintaimu bagiku bukan sebuah kesalahan
Melepaskanmu bagiku adalah sebuah kemenangan yang mengantarkanmu pada gerbang kebahagiaan
Selamat untuk kebahagiaanmu, semoga aku pun segera menyusul dan segera melewati gerbang kebahagiaan itu.
Aamiin.

Sampai saat ini masih kuselipkan namamu disalah satu bait doaku.
:)

Menantinya


Menghirup udara yang kian lama kian sesak.
Memandang dengan mata yang tak tentu arah.
Merasa sesuatu yang tak dapat dirasa.
Ya Rabb, rupanya rasa ini begitu dalam, begitu membekas.
Bukan lagi tergores, tapi malah suka menganga.
Ada apa ini?
Mengapa diam?
Aku tahu bukannya kau enggan, tapi engkau memang ingin sendiri dulu.
Baiklah, aku coba ikhlas, aku coba untuk lebih bersabar lagi.
Rabb, katakan padanya.
Aku ingin buat dia bahagia, walau bahagianya tanpaku, Insya Allah aku rela.
Bukankah akan lebih menyakitkan hidup bersama orang yang kita cintai tapi ia tidak berbahagia hidup bersama kita.
Rabb, doaku selalu terselip namanya.
Tolong beritahu dia, aku di sini masih menantinya.
Dengan segenap hati dan cinta kasih yang telah terpahat namanya.

Jangan Berhenti


Kadang tak sadar lidah berucap
Tak tahu kata terluka
Tapi kata-kataku bukan belati jiwa
Andai kita dekat mungkin tak begini,
Tapi tak boleh berputus asa,
Kita tahu, mungkin ini jalanNya,
Kadang berkelok, kadang berlubang, kadang datar, bahkan samping kiri kanan pun ada jurang
Genggam tanganku sayang,
Kita jalan bersama, kita melangkah bersama
Kita lalui jalan ini bersama, walau ada badai bahkan topan menerjang
Kita hadapi ini bersama
Jangan pernah berhenti menggenggam tanganku sayang...

Masih Tentang Bintang


Bintang ya masih tentang bintang
Seperti hamparan hijau yang membentang
Beribu tanya datang
Ketika aku masih memilih bintang
Tak pernah tahu kau ada di mana bintang
Di langit kah?
Di tata surya kah?
Atau di Bima Sakti kah?
Bintang, bintang, berjuta tanyaku berkumandang
Di mana kau bintang?
Kau beriku kehangatan tanpa bisa memandang
Kau beriku kekuatan tanpa bisa kugenggam
Apa kau benar ada bintang?
Di mana letakmu?
Sungguh aku tak pernah tahu?
Bintang, bintang...
Masih selalu tentang bintang...

:)

Hati


Kepada hati yang terus mencari
Aku minta maaf kepadamu
Aku telah memilihnya
Tapi entah bagaimana dengan hatinya
Mungkin dia telah memilih hati yang lain untuk hatinya
Sepotong hati yang dia punya mungkin itu untukmu
Hati kau jangan terlalu berharap tentang hatinya
Aku tak mau kau sakit jika ternyata hatinya benar bukan untukmu
Hati, kau tentu tahu bahwa hati tak bisa terlihat
Maka bersabarlah sampai akhirnya kelak hatinya menemukan hatimu
Hati bersabarlah
Biar cahaya hatinya menuntunnya menemukanmu hati
Jangan bersedih bila hatinya bukan untukmu, tapi setidaknya dalam hatinya pernah ada kamu hati.
Dalam ruang khusus hatinya pernah bahkan mungkin akan terus ada kamu hati.
:)

Teruntuk Calon Imamku


Teruntukmu calon imamku
Tak aku minta harta berlimpah untuk meminangku, cukuplah kaya hatimu dan ketulusan cintamu padaku atas dasar cintamu kepadaNya.
Tak aku inginkah wajahmu setampan Yusuf, tapi cukuplah ketika menatap wajahmu aku temukan keteduhan di sana.
Tak aku minta kau setabah Ayub, tapi cukuplah kau selalu bersyukur atas segala yang telah diberikanNya.
Calon imamku
Kelak coba pahami aku bukan lagi mengerti
Sadari aku adalah wanita akhir zaman yang mungkin tak sehebat Muti'ah dalam mencari ridho suaminya
Tapi Insya Allah aku belajar meneladani apa yang ada pada Muti'ah
Calon imamku, sesungguhnya aku pun hanya seorang wanita biasa
Sama sepertimu, seorang lelaki biasa
Dan Insya Allah ketika kelak kita dipersatukan
Kita akan belajar untuk terus mencintaiNya.

Tak Abadi


Percayalah segala sesuatu yang ada di dunia ini tak ada yang abadi
Air tak selamanya pasang, tapi juga akan surut
Badai tak selamanya datang tapi juga akan berlalu
Duka tak selamanya ada karena ada bahagia yang akan mengganti
Begitu pula masalah yang kita miliki, tak selamanya ia tak kan terselesaikan
Semua butuh waktu, butuh proses, dan waktu yang akan membantu penyelesaiannya.
Yakinlah bahwa semuanya tak akan abadi di dunia ini.
Tetap semangat melangkahkan kaki di hari ini dan seterusnya serta tak lupa tersenyum untuk segala nikmatNya.

Rabu, 24 Agustus 2011

Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta

Pelacur-pelacur kota Jakarta

Dari klas tinggi dan klas rendah
Telah digayang
Telah diharu-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu

Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
Tapi jangan kau klewat putus asa.
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban.
Wahai, pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah.
Sanggul kembali rambutmu
Kerna setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan.
Kerna:
Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
tapi kau rela dibikin korban

Mantan Teman?


 
Aku dan Saka merupakan sahabat yang terkenal kompak. Setiap ada Aku di situ pasti ada Saka. Setiap hari aku dan Saka pergi ke kampus bersama, pulang bersama dan melakukan aktivitas di kampus selalu bersama. Banyak yang mengira aku adalah sepasang kekasih. Namun, aku tak ambil pusing dengan pendapat itu. Aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara, sedangkan Saka adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saka selalu melindungiku dari apapun, yang dapat membahayakan aku.
Awal perkenalan aku dan Saka terjadi ketika kami mendaftar di universitas yang sama. Awalnya aku membenci pria yang berdiri yang dengan pakaian sangat rapi, mengenakan kemeja putih bermotif vertikal hitam, dengan celana bahan hitam pula. “ganteng juga tuh cowo, tapi pakainnya rapi banget, gue aja pake baju yang udah belel” gumamku dalam hati sambil terus menatap ke arah pria itu. Aku tersentak kaget, ketika pria itu melihat ke arahku. Dengan sedikit senyum aku mencoba mencairkan suasana. Kemudian pria itu datang menghampiriku, “mampus gue, duh…bego banget si gue ketangkep basah lagi ngeliatin dia” celotehku dalam hati.

Bercermin


Aku bercermin, ada pantulan diriku di sana
Rupanya aku tak lagi remaja, aku kini telah dewasa
Aku tak selamanya muda, karena pasti kelak akan menua
Siapkah aku jika kelak dipanggil olehNya?
Melaporkan apa yang telah aku lakukan selama di dunia
Rasanya diri ini berlumur dosa
Sudah berapa banyak dosakah yang kutimbun hingga menggunung?
Kembali aku bercermin
Ada pantulan diriku di sana
Ternyata cara berpakaianku belum sesuai dengan ajaranNya
Sekilas kulihat aku hanya mengenakan penutup kepala
Bukan kerudung yang menutupi kepala sampai buah dada
Aku juga masih berpakaian praktis, bukan gamis yang menutupi semua lekuk tubuhku
Lalu kulanjutkan untuk terus bercermin.

Semua dari Kalian


Aku semakin kuat karena masalah yang kuhadapi
Terima kasih kepada kalian yang telah memberiku masalah
Aku semakin kuat karena kalian bohongi
Terima kasih kepada kalian yang membohongiku
Aku semakin kuat karena menangis
Terima kasih kepada kalian yang telah membuatku menangis
Aku semakin kuat karena tersenyum
Terima kasih pada kalian yang telah membuatku tersenyum
Aku semakin kuat karena marah
Terima kasih karena kalian telah membuatku marah
Aku semakin kuat karena aku bersedih
Terima kasih karena kalian telah membuatku bersedih
Aku semakin kuat karena berharap
Terima kasih karena kalian telah membuatku berharap
Aku semakin kuat karena bermimpi
Terima kasih kepada kalian yang telah membuatku bermimpi
Aku semakin kuat karena pelajaran hidup yang kalian beri
Terima kasih kepada kalian yang telah memberiku pelajaran hidup untukku
Aku takkan berarti apa-apa tanpa kalian
Sekali lagi terima kasih kepada kalian
Karena kalian hidupku berwarna
Pintaku padaNya
Semoga kalian selalu bahagia.
Aamiin.

Serpihan Kisah


Kau kekasih hatiku yang bilang teman hatiku
Kini menjadi serpihan kisah masa laluku
Kiniku tak lagi sendu
Mengadu sambil menangis dan menggugu
Ini akhir kisahku
Dimana bintang dan malaikat itu tak bisa bersatu
Ini ceritaku
Tentang masa di mana aku dan dia berseteru
Ya tentu aku masih menunggu
Menunggu kamu menjadi sepasang penantin baru
Doaku hanya satu
Semoga kamu bahagia bersama belahan jiwamu
Ini jalanmu dan ini pula jalanku
Ini pilihanmu yang buat kita tak jadi bersatu
Tapi aku yakin pula ini jalanNya karena sesungguhNya Dia Maha Tahu.
:)

Doaku di Harimu


Ingin seperti karang yang tak karam karena debur ombak yang selalu datang
Ingin seperti matahari yang bersinar sepanjang hari tiada henti di belahan bumi manapun
Ia mampu menghangatkan tanpa bersentuhan
Andai aku bisa seperti itu
Tapi aku bukan karang
Aku juga bukan matahari
Aku hanya seorang wanita yang belajar mandiri
Belajar menerima segala takdir Ilahi
Satu doaku di hari bahagianya kelak
Semoga aku tidak menangis di hari yang Engkau Ridhoi untuknya kelak Rabb
Aku hanya tak ingin menangis melihatnya bahagia
Walau sakit tapi aku akan tetap mengembangkan senyum dan melihatkan rona bahagia walau sebenarnya hati tengah terluka

Selasa, 23 Agustus 2011

Apa Salahnya Adat?


Bunga mawar putih (dari genus Rosa) dan sekumpulan bunga krisan atau yang dikenal dengan nama latin Chrysanthenum, menghiasi resepsi pernikahan kakak. Bau bunga krisan memang tak begitu harum, namun warna-warni bunga itu sangat indah. Dekorasi pelaminan telah hampir sempurna. Sendok, garpu, piring telah tertata rapi. Acara resepsi ini akan dimulai beberapa jam lagi.

Mempunyai pasangan hidup, adalah impian setiap orang. Tidak terkecuali aku, itu adalah mimpiku sejak kecil. Keluargaku kuno, masih saja mengunakan tradisi zaman dahulu. Tapi, kupikir tak apalah. Siapa yang tak mau mempunyai belahan jiwa? Hidup dengan orang yang dicintai dan mencintai diri kita. Aku menyesal tentang hubunganku yang harus berakhir dengan kekasihku karena perbedaan adat. Kubayangkan pelaminan yang bersofakan coklat itu, adalah tempat dudukku bersama Nai. Tapi sayangnya pelaminan itu milik kakak, bukan aku. Foto prawedding mulai dipasang, aku hanya bisa melihat raut wajah kebahagiaan pada foto yang berfigura warna emas itu. Senyum yang benar-benar bahagia.

Bintang yang Tak Pernah Bisa Aku Peluk


Ingin marah, tapi aku siapa?
Ingin menyayangnya, tapi aku siapa?
Ingin memeluknya, tapi aku siapa?
Tak pantas rasanya aku mencintai bintang,
Aku siapa?
Berani menyukai bintang?
Maaf aku tak berani lebih dekat denganmu
Aku sangat ingin memilikimu
Memelukmu, mendekapmu
Namun, itu akan melukaiku
Membuatku lebur
Tak apa cukup melihat bintangku dari kejauhan agar tetap melihat cahayanya dan cahaya itu membuatku tersenyum
Sambil aku berkata
Bahwa kamu adalah bintang yang tak pernah bisa kumiliki.

Ter:)


Apa yang dapat membuatmu tersenyum?
Maka aku akan lakukan apa yang dapat membuatmu tersenyum
Aku hanya diam
Tak perlu kutanggapi kata-kata picisan seperti itu
Yang aku tahu hanya bertahan hidup
Kau tak perlu tahu bagaimana aku tersenyum
Aku tersenyum karena aku ingin tersenyum bukan karena hal apa yang kau lakukan untukku
Apa maumu ingin aku tersenyum?
Aku bukan bonekamu
Tak perlu lah kau khawatirkan aku
Aku hanya seorang wanita biasa
Aku tersenyum hanya ketika aku ingin tersenyum
Jangan paksa aku untuk tersenyum
Karena aku tahu kapan aku harus tersenyum
:)

Karenamu Aku Kuat


Semua begitu abstrak
Memendam hasrat yang kian hari kian bergejolak
Sekarang hasratku padam, nyaris aku tak tahan menahan ini semua
Jujur aku selalu merindu
Kau sakiti aku tapi, aku tak bisa membencimu

Kau arsitek hati yang handal, sungguh sangat piawai
Kau bangun hatiku tapi tanpa tiang
Belum selesai bangunan itu lalu kau hancurkan
Arsitek yang handal dan piawai
Bodohnya aku seorang tukang, yang terus saja mendirikan bangunan
Bangunan yang tak bertiang

Sekarang bangunan itu porak poranda
Luluh lantak seperti terkena gempa vulkanik
Aku sudah tak bisa menangis
Semua rasa telah terkikis
Aku hanya bisa merintih
Semua terasa perih, pedih tak terperi

Aku tak berdaya karena luka ini baru menganga
Kini aku tak percaya lagi dengan kehangatan sang surya
Ia tak lagi menghangatkan, tetapi membakar
Kau yang ajarkan aku untuk bahagia
Tapi kau pula yang ajarkan aku tentang derita
Aku tak menyimpan dendam, karena bagiku kau adalah pelajaran
Kau adalah album kehidupan yang pernah aku miliki
Harus aku akui kau adalah arsitek yang handal dan sangat piawai

Semoga aku bisa mendirikan bangunan hati yang kini masih porak poranda dengan arsitek hati yang lebih handal dan piawai
Tapi bukan dengar orang sepertimu yang mendirikan bangunan tanpa tiang
Semoga kau dan aku sama-sama bahagia.
Aamiin

Karena Aku Masih Belajar II


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Fajar telah menyisir malam
Apa yang telah aku perbuat pagi ini?
Tak ada yang istimewa, hanya pergi menghadapNya
Aku wanita yang sederhana
Yang pernah bahkan banyak melakukan kesalahan dalam hidup
Banyak bahkan banyak sekali kesalahan yang telah aku perbuat

Bingung, kesalahan mana yang harus aku perbaiki terlebih dahulu?
Tapi seiring berjalannya waktu, aku perbaiki diriku dari dalam
Kutata hatiku yang kemarin-kemarin penuh virus merah jambu yang akhirnya membuat aku sedikit lebam
Mulai aku delete virus itu satu persatu
Memang belum semua virus itu terhapus karena ada virus yang hanya bisa dihapus tapi keesokannya akan muncul kembali
Virus kepada lawan jenis
Aku mulai menginstal program mencintaimu lebih dalam
Alhamdulillah program itu mulai berjalan dan bisa dioprasikan dengan baik

Waktu terus berlalu, aku mulai menginstal program-program yang bisa mengendalikan aku dari virus kepada lawan jenis
Aku hanya manusia biasa yang sering terkena virus ini
Maaf, aku memang masih belajar
Semoga Allah selalu memudahkan aku dalam mengapai ridhanya
Aamiin.

Aku belajar menginstal itu semua sendiri
Aku setuju pada kalimat
Hidayah itu harus dicari bukan hanya ditunggu
Kali ini aku baru belajar memperbaiki dalam diriku dulu
Masalah penampilan, aku pun masih belajar
Masih jauh dari kriteria wanita solehah
Tapi alhamdulillah aku sudah mengenakan kerudung

Bukan kerudung, tepatnya penutup kepala
Karena definisi kerudung menurutku adalah
Kain yang menutupi rambut, lekuk ketiak sampai menutupi buah dada
Ada pun definisi jilbab menurutku adalah
Kain yang lebar menutupi dari rambut bahkan sampai menutupi bokong
Ingin sekali aku mengenakan jilbab yang aku definisikan itu

Lambat laun Insya Allah aku akan mengenakan jilbab
Kali ini aku masih belajar mengenakan kerudung yang menutupi sampai buah dada
Maaf, sekali lagi aku masih belajar
Belajar selangkah demi selangkah menjadi baik dan menjadi manusia yang selalu membawa kebaikan
Sekali lagi aku bukan wanita sempurna,
Aku wanita yang masih belajar untuk selalu mencintainya
Semoga sebelum ajal menjemput aku telah masuk sebagai katagori wanita muslimah solehah.
Aamiin.

Wanita yang senantiasa menjaga pandangan, berjalan menunduk, pakaiannya tak menonjolkan lekuk tubuh yang dimiliki, mulutnya basah oleh dzikir, selalu husnudzan, jauh dari penyakit hati, tak pernah melewatkan shalat fardu, tak pernah lupa bangun di sepertiga malam, mengamalkan Al-Quran dan masih banyak lagi yang dilakukan wanita muslimah solehah.
Ya Allah semoga aku bisa menjadi wanita muslimah solehah.
Aamiin.
:)

Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Maaf jika ada yang salah, karena aku masih belajar

Ada Namamu

Ada kata terselip doa dan ada namamu di sana...
Ada kata terselip harap dan ada namamu di sana...
Ada kata terselip sayang dan ada namamu di sana...
Ada kata terselip cita dan ada namamu di sana...
Ada kata terselip cinta dan ada namamu di sana...
Ya ada namamu...
Nama calon imamku...
Nama calon ayah dari anak-anakku...
Nama calon suamiku yang akan menemaniku sampai akhir hayatku...
Ya ada namamu di sana...
Nama yang mengajarkan makna hidup padaku...
Dalam setiap doa, harap, dan segala yang terbaik untukku menurutNya, aku selipkan namamu...
Namamu belahan jiwaku...

Senin, 22 Agustus 2011

Maaf


Kesedihanku menjadikanku bisu
Kesepianku menjadikanku pilu
Aku hanya bisa sedikit menggugu tentang rasaku
Tuhan, aku bukan seorang malaikat yang tak pernah marah
Tuhan aku juga bukan nabi yang tak pernah sakit hati
Akhirnya aku menagis dalam kesendirian
Ingin sekali ditemani ombak, ditemani malam hingga semua kelam
Rasanya aku tak ingin lagi diraba cinta
Dengan kata aku percaya, tapi kata-katamu belati penghancur jiwa
Kau seret aku ke lembah nestapa
Tuhan aku bukan bidadari surga dambaan para lelaki dunia,
Aku hanya manusia biasa
Jika gelombang tsunami mampu meluluh lantakkan apa yang ada
Maka kata-katamu mengalahkan itu semua...

Rasa Apa Ini?

Rasa apa ini, begitu pengap
Rasa apa ini, begitu sesak
Rasa apa ini, begitu sakit
Rasa apa ini, begitu perih
Rasa apa ini?
Menyatu tapi tak tentu
Untuk kali ini saja, izinkan aku melupakanmu.

Karena Aku Masih Belajar


Gadis, masih gundahkah kalian tentang siapa belahan jiwa?
Tentang lelaki yang kelak menemani sampai akhir hayat nanti?
Apa dia belahan jiwa atau hanya sekedar jodoh saja?
Aku pun masih tak mengerti tentang belahan jiwa dan jodoh???
Aku pernah bertanya tentang jodoh dan belahan jiwa kepada saudaraku

"******* aku mau tanya, apa bedanya jodoh sm belahan jiwa?"

lalu ia membalas pesanku


"jodoh, suami istri atau .....
belahan jiwa ( soulmate ) ???????? ,

jika jodoh, ya ketemu ,

...suami istri ketemu trus bersatu tapi temporer,

belahan jiwa ya ketemu ya bersatu juga permanen. cuma pada tahapan belahan jiwa memang prosesnya berliku dan lama, seperti nabi Adam AS dan Bunda Siti Hawa :)"

Itu jawaban dari saudaraku, tak kukurangi, dan tak kulebihi gadis.
Aku hanya ingin berbagi tentang sedikit rasaku,
Gadis, sungguh aku sayang kalian
Mari kita benahi sedikit masalah tentang cinta
Tak perlu bersedih bila belum mendapatkan cinta, karena sesungguhnya cinta itu membahagiakan
Tak perlu gundah tentang siapa belahan jiwa, karena jauh sebelum langit dan bumi ini tercipta telah dituliskan OlehNya siapa belahan jiwa kita

Gadis, mari kita berhati-hati akan cinta
Mulai sekarang cintailah lelaki yang lebih mencintaiNya daripada kita

Aku pernah dengar,
"Aku mencintai dia karena agamanya dan karena cintanya kepada Maha Pencipta.
Andai dia hilangkan cintanya, maka hilanglah cintaku pada dia.
Cinta dia terhadap Maha Pencipta mendekatkan aku padaNYA.
Cinta Illahi jugalah yang menyebabkan aku memilih dia."

Kata-kata yang sangat indah gadis,
Coba renungkan, apakah pacar kita seperti ini?
Apakah lelaki yang kita cintai seperti ini?
Jika tidak cobalah sedikit merenung!

Cobalah renungkan... Dia yang kau cinta, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu.. Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam, Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Gadis, aku tak bermaksud menggurui,
Tapi mari kita berbagi...
Maaf gadis bila kata-kataku ada yang tidak berkenan
Karena aku masih belajar...

Minggu, 21 Agustus 2011

Diary 1

Buat Mama,
Ma, kadang ada bisikan kebencianku pada mama. Bisikan tentang betapa buruknya mama. Tak pernah aku berpikir dan membalik posisi seandainya aku jadi mama. Ma, bisikan kebencianku pada mama semakin menjadi-jadi, karena setiap hari mendapat suntikan kebencian untuk membenci mama. Ma, bagaimanapun mama adalah ibuku. Ma, mungkin tak pernah kau melihat putrimu menangis karena ingin dipeluk mama. Merasakan hangat sentuhan dan dekapan mama. 

Ma, putrimu sesungguhnya rapuh. Ma, sekarang aku belajar seandainya aku jadi mama, merasakan bagaimana masakan yang telah dibuat tak ada yang menyentuh. Aku tahu rasanya pasti sedih. Masakan yang dibuat dengan cinta untuk suami dan anak tersayang hanya sekedar dilihat dan tak disentuh apalagi dimakan. Maaf ma, bukan aku tak ingin, tapi suntikan kebencianku ketika itu masih dalam dosis yang sangat tinggi. Kali ini aku sadar, aku minta maaf ma. Sesungguhnya aku rindu di manja dan dipeluk mama. Ma, sampai kapanpun aku tetap anak mama. Putri kecil mama. Putri kecil yang selalu mama anggap masih anak-anak. Ma, doaku semoga mama bahagia. Sungguh ma, aku sayang mama.
Aku kangen mama… Maafkan selalu putri kecilmu…
Ma, jauh dari rumah membuat aku semakin mengerti akan arti kehidupan. Terima kasih telah mengizinan aku keluar dari rumah.

Buat Bapak,
Bapak, bagiku kau ayah dengan sejuta kasih yang kau berikan padaku. Aku masih ingat ketika tangan-tangan kasarmu mengupas kulit buah rambutan dan membuang bijinya lalu kau berikan daging buahnya padaku. Aku hanya bisa diam melihat perbuatanmu ayah. Ketika itu usiaku masih di bawah 5 tahun. Kau sering menggendongku ke sana ke mari. Ayah berjuta kasih sayangmu banyak kurasa. Kau tak pernah tahu indahnya dunia demi putri kecilmu. Kau bayar studi wisataku ke Jakarta. Tapi sesungguhnya kau sendiri tak pernah ke sana. Kau kenalkan aku pada dunia. Walau sesungguhnya kau tak pernah tahu dunia yang kau kenalkan padaku seperti apa? Kau tak pernah ingin melihatku menjadi sepertimu. Kau gadai kebahagiaanmu demi putrimu, Putri yang sampai saat ini belum bisa memberimu apa-apa. Kau yang kukenal dulu berubah 180 derajat. Tubuhmu tak lagi tegap. Tubuhmu mulai membungkuk seperti udang. Wajahmu tak lagi segar. Wajahmu menghitam dibakar panasnya sang surya. Tak pernah kulihat kau mengeluh tentang hidup.
Ayah, terlihat senyummu mengembang ketika melihat aku pulang membawa bungkusan yang berisi sedikit makanan. Kau terlihat kegirangan, padahal makanan itu kubeli dari uang saku yang kau berikan. Ayah, kau selalu menganggapku anak kecil yang tak tahu apa-apa. Ketika usiaku 17 tahun, kau masih menganggapku anak kecil yang baru belajar berjalan. Kau menuntunku karena kau takut aku terjatuh. Ayah, kau tunjukkan judul berita di harian kota yang isinya tentang. `lebih dari 50% pelajar SMP sudah tidak perawan`. Aku tahu maksudmu ayah. Kau takut aku seperti itu, aku masih ingat itu berita ketika aku masuk kuliah tingkat pertama. Dalam diam kau perhatikan tumbuh kembang putrimu.
Ayah, kali ini usiaku menginjak kepala dua. Kau tetap saja menganggapku seperti anak-anak. Ketika menonton salah satu acara televisi, aku tiduran di sampingmu dan baru kali itu kau pegang kepalaku dan mengacak-ngacak rambutku dan bergumam lirih, `sekarang mah Nie udah gede` Kutahan dan kubendung air mataku. Ayah apa kau takut kehilanganku? Aku tak akan menghilang dari kehidupanmu. Ayah, aku kadang membencimu karena kehidupanmu selalu didominasi oleh pemikiran orang lain. Tapi, aku tak menyalahkanmu, karena aku tahu, kau tak demikian. Ayah, aku rindu senyummu. Ayah, sampai kapan pun aku tetap putrimu, putri kecilmu. Aku sayang ayah, aku sangat ingin ayah peluk saat ini. Aku ingin mendapat pelukan hangat dari kedua orang tuaku. Ayah, ibu, aku tetap putri kalian sampai kapan pun juga, aku tahu kalian berdua khawatir tentang aku dan kehidupan aku. Aku tahu kalian takut aku tak bahagia. Ayah, ibu, doakan aku mendapat suami yang bisa membimbingku selalu ada di jalanNya. Tenanglah ayah, ibu, aku akan baik-baik saja dan hidup bahagia bersama suamiku kelak, suami yang sangat pengertian dan mencintaiku karenaNya.
Aku hanya bisa menuliskan ini untukmu, ayah dan ibu. Ma, Nie kangen Iya. Nie sayang Iya. Maaf Ma, bukan Nie ngejauh atau sengaja menghindar dari kehidupan kalian. Hidup sendiri rasanya sulit. Tapi pada akhirnya pun bukan kah kita akan hidup sendiri-sendiri pula? Ma, aku ingin melihat kalian bahagia ketika melihatku, bukan meneteskan air mata. Ma, waktu Nie semakin hari semakin dekat untuk kembali padaNya. Maafin Nie Ma, Pak. Nie sayang mama, bapak sama Iya . Nie minta maaf, Nie sayang kalian.

Maafkan…
Putrimu


Kryptonite Angel
18082011
22:47

Template by:

Free Blog Templates