Advertisement

Jumat, 23 Maret 2012

ABI*


Kau tau abi, jika kesakitan itu adalah gambaran hawa nafsumu akan kemarahan yang kau berikan padaku?
Cukup kau sakiti aku atas kesalahan yang tak pernah aku perbuat.
Cukup abi, sekali lagi cukup
Terpaksa aku pilih jalan ini, jika kau tak mau berubah
Aku tahu, kau cintai dia, bukan aku
Walau dia telah khianatimu, tapi ternyata hatimu adalah miliknya.
Baik abi, aku mengerti.
Biar aku yang melangkah perlahan meninggalkan jejak masa yang telah tertoreh rasa duka
Abi, cukup hanya aku yang rasakan ini
Tak perlu dia yang kelak jadi teman hatimu
Kau tau abi, dibalik perban ini ada luka yang dalam bekas tikaman kasih sayangmu
Biar perih terasa
Biar luka menganga
Tapi rasa ini masih ada
Tak perlu aku takut melangkah meninggalkan segala kesalahan ini
Abi, ini kesalahan terindah yang pernah aku lakukan
Meninggalkanmu sendiri bersama benih cinta yang mulai tumbuh di hati
Abi, sekali lagi cukup aku yang tahu rasa ini
Sekali lagi cukup aku yang rasa abi
Jangan kelak kau lakukan ini padanya
Atau pada siapapun
Karena cintaku adalah cinta sederhana kepada sebuah kebahagiaan yang aku cari di lautan mimpi yang tiada bertepi
Abi, tikamanmu masih terasa hangat di atas luka yang bernanah
Nanah cinta yang keluar dari sebuah belati kasih sayang yang kau torehkan pada sebuah hati yang tengah butuh hidup
Abi, maaf jika aku terpaksa meninggalkanmu.
Karena katamu hidup adalah misteri
Apa ini salahku, jika terpaksa meninggalkanmu untuk dia yang selalu di hatimu?

Rabu, 25 Januari 2012

huft...

Andai aku mampu berpijak dibelahan bumi yang lain tanpa mereka
Aku akan memilih itu,
Menapak tapi melayang,
Apa ini?
Aku belum mengerti, karena aku masih ragu...

Template by:

Free Blog Templates